SEJARAH TEATER SATU (Sastra Unipdu)


U
nipdu berdiri pada tahun 2002 yang merupakan gabungan dari dua sekolah tinggi. STIBA (sekolah tinggi ilmu bahasa asing) dan STAI (sekolah tinggi agama islam. Seiring dengan perkembangan jaman STIBA berubah menjadi fakultas sastra dan STAI berubah menjadi Fakultas agama islam.
Teater adalah salah satu kegiatan mahasiswa STIBA. Awalnya tanpa nama tanpa konsep bahkan tanpa ada pelatihan pelatihan. Teater menajdi salah satu sarana penyampaian aspirasi mahasiswa yang sayangnya hanya tampil pada moment tertentu.
Pada saat STIBA telah berubah menjadi fakultas sastra beberapa “anggota” berkeinginan meresmikan keberadaan organisasi teater yang ada. Dipandengani haris aulia rahman sebagai ketua teater satu terbentuk. Nama “SATU” dipilih tidaklah mempunyai makna yang baku. Masing masing dari anggota berhak memberikan arti sendiri karena sebelumnya ada banyak tawaran nama. Hingga pada suatu persiapan pementasan yang berjalan dengan ganjalan atas ketidak sepakatan nama maka dipilihlah nama SATU (Sastra Theatre Unipdu) yang juga di maknakan ada beberapa tawaran nama tetapi semuanya memiliki kesamaan tujuan yaitu kegiatan teater harus ada fakultas sastra.
Pada perkembangan keanggotaan teater satu sendiri terbuka bagi siapapun yang berkeinginan untuk bergabung. Luqman adalah salah satunya mahasiswa fakultas agama islam yang bergabung dengan teater satu. Beberapa nama para anggota yang eksis pada awal pembentukan mohammad safrowi sekaligus ketua BEM lebih terkonsentrasi sebagai media penghubung pada anggota dan para pimpinan kampus. Alfiyan rehendra sebagai pembantu umum menggubah naskah dan tata musik. Syarif basrowi, yuliana, ahmad syaifullah, anas bachtiar, nurul mafrochah para aktor aktris spontan. Mohammad tamimi dan luluk hikmah adalah para kakag tingkat yang senantiasa mendukung setiap pementasan spontan.
Pada awalnya pementasan pementasan di lakukan dengan cara “LIPSING” (Rekaman Kaset) dengan naskah setengah jadi yang akan berkembang pada proses perekaman. Di antaranya naskah KAMPUS CINTA dan MAHASISWA ABADI (sarjana agak gimana... gitu) di pentaskan lipsing. Selanjutnya berkembang menjadi pementasan “IMPROVISASI” dengan naskah hanya sebagai penentu alur dan dialog akan berkembang di atas panggung. Di antaranya MBAH DEKAN dan Tejo-Sukarti,
Dari beberapa pengalaman “PROSES” tanpa pembimbing dan bertambahnya anggota (mahasiswa angkatan 2001), anggota bersepakat untuk mencari sosok pelatih yang pada praktiknya sang pelatih lebih memilih istilah “berlatih Bersama”. Bpk. Ms. Nugroho (teater angan angan IKIP Malang) di daulat sebagai pembimbing/pelatih/teman berlatih. Karena kesibukan beliau sebagai guru SMP 2 rejoso beliau mengusulkan seorang pengganti. Mas Fanani (teater Tombo ati Jombang) yang sekali lagi karena kesibukannya menawarkan seorang pengganti. Mas Lutfi (teater Tombo Ati) yang merupakan adik dari mas Fanani. Bersama Mas lutfi, teater satu mulai di kenalkan naskah naskah yang bukan lagi naskah komedi. Naskah yang pernah di pentaskan diantaranya RAJA PURE (ms Nugroho) LEGENDA (Zakiyah dan Alfiyan) dan Ndak (Fanani).
Pementasan raja pure seolah memberi warna baru bagi teater satu. Teater satu yang pada awalnya hanya sekelompok mahasiswa yang menampilkan komedi sendiran tanpa konsep jelas, mulai berubah. Pada pementasan pementasan selanjutnya naskah sebisa mungkin di hafal, penambahan atau pengurangan dialog di atas pentas berusaha di minimalisir.
Jombang, Mei 2007

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 TEATER SATU Unipdu | Powered by Blogger | Template by 54BLOGGER