Assalamu'alaikum
Warohmatullahi Wabarokatuh.
terima kasih
untuk kunjungan anda di blog kami, kami sangat terhormat semoga naskah yang
saya berikan ini manfaat buat kalian semua.
dan jangan lupakan tinggalkan coment buat kami agar
menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua
NASKAH
TEATER
MARINATUM
MARINANA
Karya :
Lauhul
Firdausi El Bahri
Fakultas
Bahasa Dan Sastra
Universitas
Pesantren Tinggi Darul Ulum
Peterongan
Jombang
Alunan suara bel berbunyi ting
,,,, ting,,,ting,,, . Masuklah Marinatum ( si Marinatum pun masuk ).
Marinatum : Si,, Marinatum hahaha,,,,,( ekspresi menakutkan
).
Berputar
dari pojok kanan tengah
Marinatum : Perlindungan yabg menetesi payungku, dimana
engkau? Dimana orang-orang?
Ting,,,ting,,ting,,,
Marinana : Si,,Marinana ,,dimana ada debu? Dimana ada
kotoran? Akan kuhilangkan dia. Dia adalah benda kecil yang tak terlihat.
Dua
orang masuk, satu orang yang menyiksa.
Lafil : Tolong jangan siksa saya, tolong jangan bersihkan
saya, ampun ,,,,ampun,,,tolong,,ampun,,,.
Fandi : Akan kusiksa engkau sampai mati.
Lafil : Tolong jangan,,,jangan,,,, tuan,,,jangan tuan,,, (
Tablo )
Ting,,,ting,,,ting,,,
bunyi bel pun berbunyi.
Marinatum : Berputus asa bukan pilihan yang tepat, ikuti
kata hati untuk melangkah menggapai kesuksesan.
Marinana : Kotak kecil, kupu-kupu yang ada di dalamnya,
tidak akan bisa keluar tanpa ada orang yang membukanya.
Ibu : ( berjalan mengitari panggung, melihat satu-persatu
yang ada di panggung ) orang zaman dahulu bilang jangan makan di atas batu.
Si
Pembantu pun keluar...
Pembantu : ( menyapu ) Aduh kotornya tempat ini. Anak-anak
ini kenapa ya? ( tanya satu per-satu ) Eh,,, kamu ngapain?kenapa sih kamu kok
diam? ( Tanya yang lain ) kamu mau bunuh dia? Kok pada gak jawab,, ah,, nyapu sajalah,.,,,
Ting,,,ting,,,ting,,,
Marinatum : Bunyi apakah itu ?
Marinana : Kenapa, kamu resah dengar suara itu?
Marinatum : Aku hanya berkata apa yang aku dengar.
Fandi : Akan kubunuh kau!!!
Lafil : Tolong jangan,,,jangan....
Suara
bel berbunyi lagi.
Fandi dan Lafil : Suara itu lagi,,,,
Suara
bel pun semakin keras dan membingungkan semua yang ada di panggung.
Sang
penaripun datang dan setiap penari melantunkan kata-katanya.
Karya
:
Lauhul Firdausi
El-Bahri
S1
Sastra Inggris Unipdu




Posting Komentar